PERBEDAAN UMUR DALAM PENDIDIKAN MULTIKULTURAL
Salah paham dalam memahami dan
mengartikan apa yang diucapkan oleh lawan bicara, kadang –kadang sering terjadi
ketika kita berbicara dengan orang lain yang umurnya berbeda dengan kita.
Keadaan seperti ini ,secara langsung ,dapat menimbulkan dampak yang buruk
,seperti diskriminasi dan kekerasan terhadap kelompok umur tertentu, terutama
terhadap kelompok “manula” dan anak-anak. Seorang guru harus menyadari bahwa
peserta didik yang duduk dikelas satu
sekolah dasar.perbedaan perkembangan umur semacam ini tidak disadari
oleh seorang pendidik,maka bukan tidak mungkin akan terjadi kesalahpahaman
ketika berinteraksi dengan peserta didiknya.
Bentuk dari diskriminasi yang
dimaksud disini sangat beragam. Seperti pengesimpangan hak –hak anak untuk
berkembang sesuai dengan tahapan perkembangannya, untuk mendapatkan
perlindungan hukum.lebih lanjut diskriminasi ini dapat juga berbentuk
kekerasaan terhadap golongan umur tertentu.
Kesalahpahaman ,diskriminasi, serta
kekerasan terhadap golongan umur tertentu seperti dalam penjelasan diatas
merupakan salah satu poin utama yang menjadi perhatian khusus dalam pendidikan multikultural.
Untuk itu yang terpenting bagi seorang guru atau dosen disini adalah dia harus
mempunyai wacana dan strategi tentang bagaimana cara meningkatkan kesadaran
siswa akan pentingnya memahami dan menghormati orang lain yang umurnya berbeda
dengan dengan mereka.
Teori
Perkembangan
Sebenarnya
uraian ini tidak membahas secara khusus teori perkembangan sebagaimana layaknya
dalam buku buku psikologi perkembangan. Memberikan informasi positif tentang
hubungan antara perkembangan umur dengan perkembangan sikap serta moral peserta
didik.
Teori Perkembangan Erikson
Erikson
membuat delapan tingkatan perkembangan (eight
stages of life) unuk menjelaskan kaitan perkembangan psikologi anak dari
lahir hingga dewasa. Teori perkembangan ini penting untuk dipahami sebagai
landasan dasar bagi kita sebagai guru, dosen atau orang tua untuk memahami
seorang anak yang berada pada tingkatan perkembangan tertentu.tingkatan
perkembangan menurut Erikson dalam William Grain(1992) adalah sebagai berikut:
- Tingkatan perkembangan dari lahir hingga umur 1 tahun. Tingkatan perkembangan ini adalah tingkat perkembangan anak yang masuk pada kategori “percaya “ dan “tidak percaya”(trust and mis-trust hope).pada tahapan perkembangan ini seorang anak(bayi) sangat tergantung pada orang lain yang merawatnya(ibu).apabila orang yang menjaganya memberikan perhatian baik terhadapnya, maka si bayi akan merasa nyaman dan percaya(trust) terhadap orang tersebut. Dan apabila orang yang merawatnya tidak memberikan perhatian yang baik,maka ia akan merasa tidak nyaman dan gelisah atau tidak percaya(mist-trust).
- Tingkat perkembangan dariumur 1-3 tahun. Fase ini adalah tingkat perkembangan dimana seorang anak mulai mempunyai keinginan,rasa malu,dan keraguan (autonomy vs shame,doubt :will).secara biologis anak dalam tahapan ini sudah mulai mampu untuk berbicara ,meskipun kata-kata yang keluar dari mulutnya lebih banyak kata “tidak” daripada “iya”. Berkaitan dengan perkembangan kemampuan anak pada tahapan ini yang harus diperhatikan oleh orang tua dan guru dengan membimbing anak tersebut untuk selalu mempraktekkan sikap-sikap sosial yang baik dengan cara yang halus.
- Tingkat perkembangan dari umur 3-6 tahun. Fase ini adalah tingkatperkembangan dimana seseorang anak sudah mulai mempunyai dan menggnakan insiatif ketika melakukan sesuatu(initative vs guilt:purpose).pada tingkat perkembangan ini ia mampu membuat perencanaan,tujuan-tujuan dan usaha yang keras untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Perkembangan biologisnya berdampak pada tumbuhnya kesadaran seksual,kemampuan berbicara agresif, dan keinginan yang sangat besar untuk mengetahui dan mencoba sesuatu yang belum pernah diketahui dan dilakukannya.seorang guru atau orang tua seharusnya sudah dapat memberika kelonggaran dan otoritas yang lebih kepada anak untuk melakukan aktivitasnya, dengan catatan tetap dalam perhatian dan bimbingan guru atau orang tuanya.
- Tingkat perkembangan ini dari umur 6-11 tahun. Tingkat perkembangan dimana pertumbuhan ego dan pertumbuhan kemampuan kognitif serta afektif sudah sangat kuat (industry vs inveriority:competency) .keadaan ini ditandai dengan tumbuhnya kesukaan untuk melakukan aktivitas(bermain) diluar rumah dengan orang lain yang bukan anggota keluarganya. Disisi lain,tumbuhnya rasa inferior merupakan salah satu kelemahan yang muncul pada tahap ini.inferioritas ini muncul diakibatkan oleh pengalaman atau kejadian pada tingkat perkembangan terdahulu karena biasanya rasa bersalah dan rasa keragu-raguan. Seorang guru atau orang tua harus mampu menumbuhkan kepercayaan anak yang interior menjadi percaya diri kembali dengan cara berikan semangat melalui pendekatan-pendekatan ribadi dan dialog.
- Tingkat perkembangan pada usia remaja. Fase ini adalah tumbuhnya energi yang kuat secara fisik pada remaja, sehingga perubahan pertumbuhan fisiknya sangat jelas terlihat (identity vs role confusen:fidelity) seorang remaja pada tahapan ini umumnya sering merasa tergangg dan bingung ketika menghadapi konflik-konflik dan tuntutan-tuntutan sosial yang baru bagi mereka. Hal positif yang ada dalam tahapan perkembangan ini adalah adanya kemampuan untuk berinteraksi dengan lingkungan dan orang lain yang lebih luas diluar rumah.kemampuan ini,secara tidak langsung dapat membentuk identitas pribadi yang kuat yang dapat mengurangi kebingungan mereka terhadap berbagai kenyataan baru yang dihadapinya. Orang tua dan guru diharapkan dapat memberikan kelonggaran (kepercayaan) terhadap anak untuk berinteraksi dengan orang lain diluar rumah dengan memberikan perhatian dan kontrol yang cukup.
- Tingkat perkembangan pada awal usia dewasa. Fase ini adalah tahapan dimana seseorang sudah mempunyai ”rasa cinta”dan “perhatian” yang lebih dalam kepada orang lain(young adultbood) dan memikirkan bagaimana pandangan orang lain terhadap gaya dan penampilannya. Perasaan mencintai dan ingin dicintai seseorang sangat kuat. Tapi sayang, tumbuhnya perasaan ini dibarengi juga dengan munculnya perasaan ingin selalu menang sendiri, ingin berpisah secara tiba tiba apabila tidak ada ketidakcocokan pasangannya.Biasanya muncul juga rasa pengertian sebagai kontrol dalam berhubungan antara satu dengan yang lain. Orang tua dan guru sebaiknya dapat menjadi teman bicara yang dapat memberikan perhatian ,pertimbangan dan dorongan semangat supaya mereka dapat menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapinya dengan baik dan positif.
- Tingkat perkembangan pada masa dewasa. Tingkatan ini adalah masa dimana dalam tahapan ini seseorang sudah memutuskan untuk membangun hubungan yang lebih serius dengan pasangannya dalam jalinan pernikahan(generativy vs self-absorption ,stagnation:care) . kemudian setelah melakukan pernikahan biasanya muncul keinginan untuk memiliki keturunan.muncul pula keinginan untuk membahagiakn keluarga yang didasari oleh kesadaran bahwa dalam sebuah rumah tangga orang tua harus dapat mengorbankan ego dan keinginan-keinginannya demi keluarga. Orang tua memberikan perhatian yang kurang terhadap anak dan keluarganya yang disebabkan oleh keadaan tertentu. Seperti orang tua yang frustasi akibat tidak bisa berbuat banyak untuk membahagiakan keluarga secara materiil, yang diakibatkan oleh sulitnya kondisi perekonomian negara secara umum.
- Tingkat perkembangan pada usia tua. Merupakan masaperkembangan dimana muncul rasa ingin menang sendiri ,yang disebabkan oleh keadaan dari kondisi fisik yang menurun,aktifitas sosial yang mulai berkurang,sehingga memunculkan rasakeputusasaan(ego-integrity vs despair:wisaom) . berkaitan dengan tingkat perkemabangan ini maka yang harus diperhatikan oleh anggota keluarga seperti anak,cucu, dan anggota keluarga lainnya adalah memberikan perhatian dan perawatan yang tulus yang penuh kasih sayang karena biasanya seseorang yang berada dalam tahap ini mudah merasa kesepian dan merasa tidak dibutuhkan lagi.
Teori perkembangan moral ini sangant
penting dalam pendidikan multikultural,karena teori ini dapat memberikan
pemahaman pada kita tentang tingkat perkembangan moral manusia yang dimulai
sejak masa anak-anak hingga usia dewasa.keenam tingkatan perkembangan moral
Laurence kohlberg dalam William Crain(1992;136-141) adalah sebagai berikut:
Tingkat Perkembangan 1 dan 11 “Preconventional
morality”
- Tingkat perkembangan I dimulai usia 1-10 tahunan. Ini adalah perkembangan dimana tumbuhnya ketaatan moral seseorang hanya didasarkan pada bentuk materi dan kekutan fisik.dalam tahap ini kesadaran moral seseorang tumbuh dikarenakan adanya keinginan untuk menghindari hukuman fisik dari orang lain yang lebih kuat.
- Tingkatan perkembangan II dimulai dari usia 10-13 tahunan. Tingkat perkembangan moral pada tahapan ini masih sangat terbatas.keadaan moral yang ada pada tingkatan ini menunjukan bahwa kesadaran yang ada tanpa dilandasi adanya kedasaran hukum. Orang tua dan pendidik sebaiknya memberi bimbingan yang jelas kepada anak atau peserta didik supaya tidak melakukan tindakan yang merugikan orang lain, baik secara fisik maupun non fisik(Non materi).
Tingkatan
pekembangan III dan IV “ Contional Morality”
- Tingkat perkembangan III dari usia 13-14 tahunan. Fase ini adalah tingkat perkembangan yang mana seseorang mulai mempunyai keinginan untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan –tuntutan sosial disekitarnya. Orang yang ada pada tahapan ini mempunyai kesadaran bahwa melukai orang lain secara fisik maupun non fisik adalah satu tindakan yang tidak baik. Maka dengan sendirinya anak yang ada pada tingkat perkembangan ini akan mengikitinya, meskipun dia tidak begitu paham alasannya.
- Tigkatan perkembangan IV dari usia 16-18 tahunan. Fase ini adalah tingkat perkembangan moral dimana seseorang sudah mulai mempunyai kesadaran untuk mengacu pada aturan-aturan umum dan hukum.ini terjadi karena kesadaran moralnya hanya didasarkan pada hukum dan aturan yang berlaku secara tekstual tanpa melalui nalisis yang lebih jauh. Seorang pendidik atau orang tua harus dapat sedikit demi sedikit menjelaskan kebingungan –kebingungan yang dihadapi anak atau peserta didik terhadap aturan-aturan atau hukum yang berlaku.
Tingkatan
perkembangan V dan VI “Postconventional Morality”
- Tingkat perkembangan V dari usia 20-2 tahunan. Fase ini adalah tingat perkembangan moral yang mana seseorang sudah mempunyai kesadaran untuk mengikuti kesepakatan-kesepakatan.
- Tingkat perkembangan ke VI usia dari 20-22 tahunan. Fase ini adalah tingkat perkembangan ke-V. Pada tahapan ini secara alamiah seseorang sudah mempunyai kesadarab yang kuat tentang pentingnya keadilan sosial,kemerdekaan ,keamanan derajat dan kebebasan bagi semua umat manusia. Keadilan sosial adalah suatu yang universal yang harus diterapkan dari pada hanya sekedar menjadi aturan-aturan atau undang-undang yang hanya berbentuk teks.
Umur dan Kultur
Setiap
kelompok masyarakat atau setiap individu
mempunyai cara tersendiri dalam memperlakuan dan bersikap terhadap golongan
umur tertentu.
Dalam hal
ini ,perbedaan waktu dan tempat sangat mempengaruhi perbedaan perlakuan sebuah kelompok masyarakat tertentu terhadap
anggota kelompok mereka yang berada pada tigkatan umur tententu seperti anka
kecil atau para orang tua usia lanjut.contohnya pada era tahun 1970-an khususnya bagi sebagian
masyarakat yang tinggal dipedesaan ,masih mempunyai anggapan bahwa putri mereka
yang berusa 11-12 tahun atau putra mereka yang berusia 15-17 tahun telah
memasuki usia yang layak untuk segera menikah atau dinikahkan. Dan contoh
lainnya ,sebuah keluarga pada sebagian kelompok masyarakat ada yang masih
beranggapan bahwa anggota keluarga yang masih berusia dibawah umur atau dibawah 17 tahun adalah masih belum
dewasa.
Dari contoh tersebut dapat dilihat
dengan jelas bahwa masing-masing kelompok masyarakat yang berada pada
tempat,waktu dan kultur yang berbeda, mempunyai cara-caratersendisi
dalammemperlakukan anggota kelompok mereka yang berada dibawah umur sesuai
dengan kebiasaan dan kultur yang berlaku didalam keluarga atau kelompok
masyarakat tersebut.
Problem Umur
Dalam poin
bahasa ini ada tiga hal pokok yang penting untuk diketahui berkaitan dengan
masalah-masalah yang dihadapi kelompok umur tertentu, khususnya kelompok usia
anak-anak.
Definisi Anak Berdasarkan Usia
Definisi tentang anak berdasarkan usia mempunyai kaitan yang sangat
penting dengan persepsi seorang dalam mengkategorikan,apakah seorang anak layak
disebut anak-anak atau orang dewasa.
Di Indonesia ini definisi formal tentang
anak berdasarkan usia seseorang, menurut Ben White dan Indrasari Tjandra
nigsih(1998), adalah sangat variatif.
Kekerasan Pada Anak (Child Abuse)
Akhir-akhir ini ,kita semakin sering
mendapat informasi dari berbagai media cetak dan elektronik tentang tindakan
kekerasan terhadap anak(child abuse) yang hari ke hari prosentasenya semakin
meningkat.Ada empat bentuk kekerasan pada anak seperti:
1.
Kekerasan fisik anak adalah kekerasan yang biasanya
lebih berbentuk tingkah laku orang lain yang menyakiti fisik seorang anak.
Tindakan ini kebanyakan memang tidak disengaja dan tidak direncanakan oleh si
pelaku, meskipun tidak sedikit pula yang disengaja.
2.
Kekerasan seksual pada anak .yaitu mengikuti sertakan
anak dalam kegiatan seksual yang pada dasarnya anak tersebut tidak mau
mengikuti atau melakukannya secara sadar atau tidak. Bentuk dari kekerasan ini
yang sering terjadi yaitu pemerkosaan, pelecehan seksual, mengeluarkan
kata-kata jorok pada sikorban,pemaksaan unuk menjadi pekerja seks komersil(PSK)
dan eksploitasi seks untuk kepentingan pornografi.

0 komentar:
Posting Komentar