ALIRAN
–ALIRAN PENDIDIKAN
GERAKAN
PEMBAHARAN PENDIDIKAN DEVELOPMENTALISME
A. ORIENTASI
UMUM
1. Batasan
a) Developmentalisme merupakan
perkembangan lebih lanjut Naturalisme Romantik dari Rosseau,yang menganjurkan
pendidikan alam dalam arti:
1)
Pendidikan
sesui dengan alam ,yaitu pendidikan yang mengembangkan pembawaan atau bakat
anak yang pada dasarnya adalah baik.
2)
Pendidikan
Negatif ,yaitu pendidikan yang tidak ditjukan ntuk mempersiapkan hidup dalam
masyarakat yang ada ,tetapi mempersiapkan diri untuk menghadapi kondisi kondisi
masyarakat yang tidak menguntungkan.
3)
Pendidikan
yang berlangsung dalam alam, yaitu pendidikan yang dilaksanakan didalam
kehidupan fisik dan sosial yang wajar.
b)
Developmentalisme
adalah paham yang mencoba menerapkan prinsip-prinsip naturalisme Romantik
Rousseau atau pendidikan alam disekolah.
2.
Karakteristik
a.
Pendidikan
adalah pengembangan pembawaan (nature)yang disertai oleh asuhan yang
baik(nature)
b.
Pendidikan
didasarkan pada studi tentang karakteristik perkembangan anak melalui observasi
dan eksperimen
c.
Perbaikan
pendidikan lebih ditekankan pada metode metode mengajar,pendidikan guru,dan
pehamanan tentang karakteristik proses pendidikan yang lebih baik
d.
Pengembangan
pendidikan mengutamakan perbaikan pendidikan dasar
e.
Pengembangan
pendidikan mengtamakan pada pengembangan pendidikan universal
3.
Tokoh
Pestalozzi,Herbert,Froebel,Stanley
Hall.
B.
PESTALOZZI
DAN PESTALOZZIANISME
1) Tokoh Pestalozzi (1746-1827 )
a.
Pestalozzi adalah tokoh pertama
yang dipengaruhi oleh Rosseau yang mencoba, ia katakan sendiri , mempsikologikan pendidikan (to psychologize
education).
b.
Perjalanan hidupnya
Ia
dilahirkan di Zurich.Ayahnya seorang dokter meninggal pada waktu ia masih berusia
lima tahun. Kasih sayang ibunya berkesan dan mempengaruhi pemikirannya tentang
pendidikan. Ia mendapat pendidikan disekolah dasar,sekolah latin,serta colegium
Humanitatis dan Collegium Carolium.
c. Percobaan
di Neuhop (1774-1780 )
Ia
mendirikan pertanian di Neuhop, dalam rangka mewujudkan anjuran rousseu untuk
hidup mendekati alam. Percobaan ini gagal karena kesulitan keuangan.
d. Masa
menulis buku(1780-1798)
Karena
kegagalannyadalam percobaan neuhop, ia menyerahkan kegiatannya dalam menulis
buku-buku tentang pendidikan dan reformasi sosial.
e. Percobaan
disekolah dasar
Percobaan-percobaan
metode-metode mengajar dilaksanakan disekolah dasar, ditiga tempat yaitu :
stanz, burgdorf, dan Yverdun. Di stanz didirikan untuk sekolah anak yatim
piatu. Percobaan di burgdorf (1799-1804) dibantu oleh pemerintah ia mendirikan
sekolah guru, dan mencobakan metode peragaan dalam pengajaran bahasa, geografi,
berhitung, dan pengetahuan alam. Percobaan di Yvrdun sekolahnya mendapat
perhatian yang sangat besar dari guru-guru dan orang di Eropa. 2) Dasar
filosofis
a. Naturalisme
Ia
menyatakan bahwa manusia didorong oleh kebutuhan-kebutuhannya, dapat menemukan
jalan menuju kebenaran tidak dimana pn jga ,tetapi didalam khususnya sendiri.
b. Realisme
Kritis
Pengetahuan
yang benar diperoleh tidak hanya diperoleh melalui pendirian
semata(jocke),tetapi melalui persepsi pendirian.
c. Protestanisme
Cenderung
pada meleburkan keimanan formal dalam kebaikan hati dari kesadaran diri pribadi
mansia tentang tuhan.
d. Philantropisme
Gerakan
yang mencintai atau menyayangi sesama manusia.
3) Teori
Pendidikan
a. Fungsi
Pendidikan
1) Pendidikan
adalah alat untuk mengadakan reformasi masyarakat.
2) Fungsi
pendidikan adalah menghilangkan segala sumber penderitaan rakyat.
3) Pendidikan
pada akhirnya harus ditujkan pada upaya mewujudkan sebuah masyarakat yang
ditandai adanya keluhuran budi dalam diri individu.
4) Prinsip
–prinsip pengembangan pendidikan dalam memperbaiki masyarakat:
Ø Semua
pembaharuan yang sesungguhnya harus dimulai dari perbaikan individu dan bukan
dari masyarakatnya.
Ø Individu
dapat meningkatkan hanya dengan cara meletakakan kedalam genggamannya kekuatan
untuk dapat menolong dirinya sendiri.
Ø Satu
satunya cara untuk mencapai tujuan yang diinginkan adalah melalui proses
pengembangan.
b. Tujuan
Personal Pendidikan
Perkembangan
secara harmonis dari semua potensi yang terkandung dalam diri setiap individu.
c. Kurikulum
1) Pendidikan
intelektual atau latihan berfikir yang dilakukan dengan berdasarkan prinsip-prinsip:
a)
Dari pengalaman yang sederhana menuju
kepada pengalaman yang komplek
b)
Dari pengalaman yang konkrit menuju
kepada pengalaman yang abstrak.
c)
Dari kegiatan sendiri, baik dalam
menangkap dan memasukan pengetahuan(impresi) maupun dalam menyatakan apa ada
dalam dirinya(ekspresi)
2) Pendidikan
moral dan religius atau latihan emosi.
3) Pendidikan
industri atau latihan kecekatan tangan.
d. Metode
Pendidikan
1)
Pendidikan adalah perkembangan yang
harmonis antara akal (intelektual), hati (moral), dan tangan (keterampilan)
2)
Pendidikan umum mendahului pendidikan
keterampilan
3)
Pendidikan lebih mengutamakan
pengembangan kemampuan daripada penguasaan pengetahuan
4)
Kemampuan anak muncul dari dalam
5)
Pendidikan berlangsung secara bertahap
sesuai dengan tahap-tahap perkembangan
6)
Pendidikan mengikuti tatanan alam (the
road nature).
e. Pelajar
Anak
adalah “human plant” atau tanaman yang mempunyai potensi-potensi kemanusiaan,
yang pada dasarnya adalah baik.
f. Guru
Peranan
guru adalah mengenali dengan baik potensi-potensi anak dan perkembangannya secara empiris, sehingga
dapat menjadi “tukang kebun” dari human plant.
4. Pestalozzianisme
a. Pestalozzi
diakui sebagai tokoh yang melahirkan gagasan gagasan besar tentang pendidikan
pada zamannya, sehingga tidak heran apabila ia menerima banyak penghargaan dari
berbagai negara.
b. Pengaruh
pestalozzi
Pengarh
reformasi pestalozzi terhadap pendidikan tersebar di Eropa(jerman,perancis,
inggris, Rusia, Italia,spanyol, polandia) dan juga amerika serikat .
