PERBEDAAN UMUR DALAM PENDIDIKAN MULTIKULTURAL
Salah paham dalam memahami dan
mengartikan apa yang diucapkan oleh lawan bicara, kadang –kadang sering terjadi
ketika kita berbicara dengan orang lain yang umurnya berbeda dengan kita.
Keadaan seperti ini ,secara langsung ,dapat menimbulkan dampak yang buruk
,seperti diskriminasi dan kekerasan terhadap kelompok umur tertentu, terutama
terhadap kelompok “manula” dan anak-anak. Seorang guru harus menyadari bahwa
peserta didik yang duduk dikelas satu
sekolah dasar.perbedaan perkembangan umur semacam ini tidak disadari
oleh seorang pendidik,maka bukan tidak mungkin akan terjadi kesalahpahaman
ketika berinteraksi dengan peserta didiknya.
Bentuk dari diskriminasi yang
dimaksud disini sangat beragam. Seperti pengesimpangan hak –hak anak untuk
berkembang sesuai dengan tahapan perkembangannya, untuk mendapatkan
perlindungan hukum.lebih lanjut diskriminasi ini dapat juga berbentuk
kekerasaan terhadap golongan umur tertentu.
Kesalahpahaman ,diskriminasi, serta
kekerasan terhadap golongan umur tertentu seperti dalam penjelasan diatas
merupakan salah satu poin utama yang menjadi perhatian khusus dalam pendidikan multikultural.
Untuk itu yang terpenting bagi seorang guru atau dosen disini adalah dia harus
mempunyai wacana dan strategi tentang bagaimana cara meningkatkan kesadaran
siswa akan pentingnya memahami dan menghormati orang lain yang umurnya berbeda
dengan dengan mereka.
Teori
Perkembangan
Sebenarnya
uraian ini tidak membahas secara khusus teori perkembangan sebagaimana layaknya
dalam buku buku psikologi perkembangan. Memberikan informasi positif tentang
hubungan antara perkembangan umur dengan perkembangan sikap serta moral peserta
didik.
