MANFAAT DAUN
SIRSAK SEBAGAI PENCEGAH PENYAKIT KANKER
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Berdasarkan
buku Panduandirektorat
Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan
Tinggi Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan tahun 2013 lulusan sebuah
perguruan tinggi dituntut untuk memiliki academic knowledge, skill of
thinking,management skill, dan communication skill. Berdasarkan
uraian di atas dari keempat ketrampilan atau kemahiran tersebut dapat
menyebabkan berkurangnya mutu kelulusan.kemampuan berfikir dan bertindak
kreatif pada hakikatnya dapat dilakukan setiap manusia apalagi yang menikmati
pendidikan tinggi.tiga faktor kreativitas utama dalam diir manusia yaitu,
pikiran, perasaan dan ketrampilan. Dengan demikian untuk mencapai level kreatif
ketiga faktor tersebut diupayakan agar optimal dalam sebuah kegiatan yang
diberi nama PKM.
Penyakit
kanker khususnya kanker payudara merupakan penyakit yang mematikan yang sampai
saat ini belum ditemukaan obatnya. Seperti diwartakan di okezone tanggal 30
Oktober 2013 beberapa
jenis kanker yang banyak menyebabkan orang meninggal adalah kanker yang
menyerang paru- paru, payudara dan prostat (okezone.com, 2007). Kanker ini paling umum menyerang wanita, walaupun
laki-laki juga punya potensi terkena akan tetapi kemungkinan sangat kecil
dengan perbandingan 1 diantara 1000.Kanker ini terjadi karena pada kondisi
dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga
mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali, atau
kanker payudara sering didefinisikan sebagai suatu penyakit neoplasma yang
ganas yang berasal dari parenchyma.
Hingga
saat ini banyak terdapat kelompok
pegiat kanker yang meneliti,
misalnya hasil riset Amerika Serikat yang mengemukakan bahwa, jumlah kasus-kasus kanker di negara-negara
maju sebanyak 5,4 juta kasus dan 2,9 kasus di antaranya berakhir dengan
kematian. Sementara 6,7 kasus kanker dan 4,7 kasus di antaranya meninggal dunia
di negara-negara berkembang. Proyeksi angka ini didasarkan pada data tentang
kasus insiden dan kematian yang di kompilasi oleh Lembaga Riset Kanker
Internasional (International Agency For Research on Cancer) (Okezone.com, 2011).
Daun tanaman sirsak juga memiliki banyak manfaat. Riset
yang dilakukan pada awal 1990-an, ditemukan 34 senyawa
Cytotoxic pada daun sirsak yang mampu menghambat hingga membunuh sel-sel tubuh
yang mengalami pertumbuhan tidak normal (sel kanker). (International Agency For
Research on Cancer) (Okezone.com,
2011)
daun sirsak mengandung zat proaktif yang mampu membunuh sel
kanker. Zat proaktif didalam daun sirsak juga mampu melihat sel mana yang harus
dibunuh dan sel mana yang harus tetap hidup. Daun dari tanaman ini dapat
memerangi kanker secara langsung dan juga baik digunakan sebagai pelengkap
pengobatan konvensional herbal dapat meningkatkan kekebalan , mengurangi efek
samping atau komplikasi penyakit dan pengobatannya serta meningkatkan kualitas
hidup.
Daun
sirsak juga
mengandung zat annonaceous acetogenins yang mampu 10.000 kali lebih kuat
membunuh sel-sel kanker daripada zat adriamycin, yang biasa dipakai dalam
pengobatan kemoterapi. Zat acetogenins dapat membunuh sel- sel kanker tanpa merusak atau
mengganggu sel-sel tubuh yang sehat. Hal ini telah diteliti di Laboratorium
Health Sciences Institute, Amerika Serikat di bawah pengawasan the National Cancer
Institute, Amerika Serikat (Okezone.com, 2011)
Senyawa Acetogenins yang
terdapat dalam daun sirsak berpean sabagai inhibitor sumber energi untuk
pertumbuhan sel kanker.kekuatan energi menyebabkansel tidak bisa membelah
dengan baik. Acetogenins yang ikut masuk kedalam tubuh akan menempel pada
reseptor dinding sel dan berfungsi merusak ATP didinding Mitokondria. Akibatnya
produksi energi didalam sel kanker terhenti dan akhirnya sel kanker akan
mati.saat ini, pemanfaatan senyawa Acetogenins sebagai obat hanya sebatas
dengan meminum rebusan daun sirsak saja, dan saat ini tidak ada Acetogenins
yang dijual dipasaran. Dilihat dari fungsinya, Acetogenins mempunyai peluang
ekonomi tinggi untuk diproduksi. Berdasarkan uraian diatas, maka kami tertarik untuk
mengambil judul “Manfaat Daun Sirsak
Sebagai Pencegah Penyakit Kanker ” dalam Program Kreativitas
Mahasiswa ( PKM) Penelitian.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, kami mengambil rumusan masalah sebagai berikut :
1.
Bagaimana cara membuat
Ramuan daun sirsak sabagai obat kanker?
2.
Apa saja kandungan yang
terdapat dalam daun sirsak ?
1.3 Tujuan
Penelitian
Berdasarkan
rumusan masalah di atas maka tujuan tujuan PKM-P ini adalah:
1.
Mengetahui cara membuat
ramuan Daun sirsak sebagai obat kanker
2.
Mengetahui kandungan yang
terdapat dalam daun sirsak
1.3.
Luaran Penelitian
Luaran dari PKM-P yaitu untuk
membuat:
1.
Apakah ekstrak daun sirsak
dapat dijadikan sebagai alternatif herbal penyakit kanker
1.4.
Manfaat Penelitian
Manfaat dari Program Kreativitas Mahasiswa PKM-P
ini adalah :
1.
Meningkatkan pemanfaatan
sumber daya alam sebagai obat kanker
2.
Dapat melatih kemampuan
kreativitas mahasiswa
BAB
2
TINJAUAN
PUSTAKA
1.1.Sirsak
Sirsak
(Annona muricata L.) merupakan salah jenis tanaman dari familia
Annonaceae yang mempunyai manfaat besar bagi kehidupan manusia, yaitu sebagai
tanaman buah yang syarat dengan gizi dan merupakan bahan obat tradisional.
Dalam industri makanan, sirsak dapat diolah menjadi selai buah, sari buah, sirup
dan dodol sirsak (Jannah, 2010)
Sisrak bukan tumbuhan asli Indonesia, namun iklim tropis
yang dimiliki indonesia menjadikan sirsak dapat tumbuh dan berkembang
diberbagai provinsi indonesia. Daun sirsak berbentuk bulat panjang dengan ujung
lancip pendek. Daun tuanya berwarna hijau tua sedangkan daun mudanya berwarna
hijau kekuningan. Daun sirsak tebal dan agak kaku dengan urat daun menyirip
atau tegak pada urat daun utama. Daun sirsak terkadang menimbulkan bau yang
tidak enak dicium (Herliana dan Rifai, 2011).
Tanaman
sirsak banyak digunakan sebagai tanaman obat, karena tanaman ini memiliki
banyak khasiat dan digunakan sebagai obat dalam penyembuhan maupun pencegahan
penyakit. Pengertian berkhasiat obat adalah mengandung zat aktif yang berfungsi
mengobati penyakit tertentu dan juga mengandung efek yang sinergis dari
berbagai zat yang berfungsi mengobati (Flora, 2008). Dimana
zat aktif tersebut bernamaAcetogenins yang terbukti ampuh dalam mengobati
kanker antara lain : kanker prostat, kanker pankreas, kanker Leukimia, kanker
kolon ,kanker paru-paru, kanker panyudara dan berbagai sel kanker lainnya.
Banyak sekali senyawa bio aktif fitikimia yang ditemukan dalam daun sirsak.
Penelitian pertama mengenai sifat sitotoksik Acetogenins dilakukan oleh
Universitas Purdewe,di West Lavayete, indiana, Amerika Serikat. Penelitian lain
membuktikan khasiat kandungan Acetognins diberbagai negara dihasilkan bahwa
sebanyak 20 tes laboratorium menemukan bahwa daun sirsak memiliki sitotoksik
terhadap sel.
Kandungan
kimia jenis-jenis dari suku Annonaceae terdiri dari dua golongan yaitu non
alkaloid dan alkaloid. Golongan non alkaloid yang telah diketahui adalah
sukrosa, glukosa, fruktosa yang terdapat pada “pulp” serta gliserides yang
dapat menyebabkan kematian pada serangga. Alkaloid
merupakan suatu basa organik yang mengandung unsur Nitrogen (N) padaumumnya
berasal dari tanaman, yang mempunya iefek fisiologis kuat terhadapmanusia.
Kegunaan senyawa alkaloid dalam bidang farmakologi adalah untuk memacu sistem
syaraf, menaikkan tekanan darah, dan
melawan infeksi mikrobial (Pasaribu, 2009).
Golongan
alkaloid yang ditemukan pada tanaman ini meliputi beberapa senyawa dari golongan
benzil-tetrahidro-isoquinolin dan salah satunya adalah liriodin yang bersifat
antitumor, antibakteri dan antijamur (Laboef dkk., 1982 dalam Rahayu
dkk., 1993).
Selanjutnya
Mangan (2009) menyatakan kandungan kimia dari sirsak adalah saponin, flavonoid,
tanin, kalsium, fosfor, hidrat arang, vitamin (A, B, dan C), fitosterol,
Ca-oksalat dan alkaloid murisine. Salah
satu kandungan kimia sirsak yang berperan penting untuk obat adalah flavonoid.
Flavonoid merupakan salah satu metabolit sekunder dan keberadaannya pada daun
tanaman dipengaruhi oleh proses fotosintesis sehingga daun muda belum terlalu
banyak mengandung flavonoid. Flavonoid merupakan senyawa bahan alam dari
golongan fenolik (Markham, 1988 dalam Sjahid 2008). Manfaat flavonoid
dalam tubuh manusia adalah sebagai antioksidan sehingga sangat baik digunakan
untuk pencegahan kanker, melindungi struktur sel, meningkatkan efektivitas
vitamin C,antiinflamasi, mencegah keropos tulang
dan antibiotik. Dalam kebanyakan kasus, flavonoid dapat berperan secara
langsung sebagai antibiotik dengan menggangu fungsi organisme seperti bakteri
atau virus (Subroto dan Saputro, 2006).Senyawa
flavonoid merupakan salah satu senyawa polifenol yang mengandung 15 atom karbon
dalam inti dasarnya, yang tersusun dalam konfigurasi C6 – C3 – C6, yaitu dua
cincin aromatik yang dihubungkan oleh satuan 3 karbon yang dapat atau tidak
dapat membentuk cincin ketiga (Markham, 1988).Flavonoid pada tumbuhan terdapat
dalam berbagai bentuk struktur molekul dengan beberapa bentuk kombinasi glikosida.
Flavonoid dapat berkhasiat sebagai antioksidan, antibakteri dan antiinflamasi
(Harborne, 1984).
Daun
sirsak banyak mengandung zat aktif yang berkhasiat, di antaranya annocatalin,
annohexocin, annonacin, annomuricin, annomurine, anonol, caclourine, gentisic
acid, gigantetronin, linoleic acid, dan muricapentocin. Selama ini daun sirsak
diketahui khasiatnya secara tradisional yang berkhasiat untuk mengobati
berbagai penyakit.( Ersi Herliana, STP dan Nila Rifai, ST, MM. 2011 )Adapun khasiat daun sirsak masih memiliki kegunaan
lainnya yaitu mampu menagkal radikal bebas,mengeringkan sel kanker,
menyembuhkan peradangan dalam tubuh.
Ramuan
daun sirsak sebagai obat anti kanker, cara pengolahannya adalah Daun sirsak
10-15 lembar direbus dalam 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Rebusan ini
disaring dan diminum 2 kali sehari. ( Ersi Herliana, STP dan Nila Rifai, ST,
MM. 2011 )cara pengolahan daun sirsak untuk
pengobatan kanker dapat dilakukan dengan memblender 3-5 lembar daun sirsak
basah dengan menambahkan ¼ gelas air (50 cc) air hangat untuk membantu proses
penghancuran. Sebelum diblender , daun sebaiknya dipotong menjadi 3-4 bagian
agar lebih cepat hancur. Setelah hancur, masukkan daun kewadah dengan penutup
rapat , lalu tambahkan 1 gelas air kedalamnya lalu aduk samai rata.tutup wadah
dengan rapat agar panas tetap terjaga dan proses ekstraksi senyawa dapat
maksimal. Biarkan selama 15-20 menit , setelah itu saring olahan untuk diambil
airnya dan minum selagi hangat.

0 komentar:
Posting Komentar